Kamis, 10 Maret 2011

Komunikasi Audio Video Bantu Anak Tetap Dekat


Anda para orangtua mungkin kerap mengadapi kendala komunikasi dengan anak-anak di rumah, karena urusan tugas ke luar kota atau ke luar negeri. Komunikasi audio melalui telpon kadang terasa kurang memuaskan, karena tidak bisa melihat wajahnya. Nah, memanfaatkan alat komunikasi audio video akan sangat membantu.

Menurut penelitian Swinburne University of Technology di Australia, alat komunikasi audio video seperti Skype, dapat membantu memelihara hubungan keluarga dengan anak-anak kecil, ketika kehadiran fisik tidak memungkinkan.

Para peneliti menemukan bahwa untuk anak-anak kecil, koneksi video atau kehadiran orangtua secara virtual, memberikan manfaat yang nyaris sama sebagaimana halnya kehadiran fisik.

"Anak-anak umur 17 bulan yang terpisah secara fisik dari orang tua, tetap merasakan kehadiran orangtua dari video yang mereka lihat," kata Joanne Tarasuik, seorang mahasiswa PhD yang melakukan penelitian tersebut.

Joanne menambahkan, dalam situasi terpisah, komunikasi video menghubungkan anak-anak kecil ini dengan orangtua. Anak-anak juga terbantu karena mengurangi secara psikologis jarak yang disebabkan oleh pemisahan geografis.
  
Penelitian ini mengamati 41 anak berumur 17 bulan sampai lima tahun, untuk menyelidiki apakah komunikasi video dengan orangtua memberi mereka rasa kedekatan dan keamanan.

Setiap anak mendapat sesi bermain bebas dengan orangtua. Selanjutnya sang anak dipisah secara fisik dengan orang tuanya, kemudian sesi selanjutnya adalah menyatukan mereka kembali melalui melalui tautan video.

Para peneliti mendapati bahwa anak-anak menunjukkan tingkat interaktifitas yang sama dengan orang tua mereka yang hanya hadir melalui tayangan video, sebagaimana mereka berinteraksi secara fisik.

"Anak-anak itu dibiarkan sendirian bermain lebih lama di ruangan ketika orangtuanya hampir ada untuk mereka (hadir melalui video, red), dibandingkan dengan saat mereka dibiarkan sendiri tanpa kontak fisik maupun video dengan orangtuanya," ujar pengawas Tarasuik, Dr Jordy Kaufman.

"Pada akhir pemisahan video, anak-anak itu memerlukan lebih sedikit kontak fisik dengan orangtua daripada ketika mereka dibiarkan sepenuhnya sendirian." (ANT/MLA)
   

0 komentar:

Poskan Komentar